Sabam Sirait – Politik di bawah 7 Presiden

Caleg 2019 Berbagi Pengalaman
Dunia politik masih menarik untuk dilirik. Jenri MP Panjaitan, salah satu anggota jemaat GKI Kemang Pratama, Bekasi, adalah caleg Partai Golkar dari dapil Jabar 7 (Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta) untuk DPR-RI pada Pemilu 2019. Jenri berbagi pengalamannya.

Menurut Jenri, secara normatif seorang calon legislatif (caleg) yang diusung partainya ingin mendapatkan suara dari daerah pemilihan (dapil)-nya. Maka sebagai caleg, harus:

  • memperkenalkan diri dan terjun langsung melalui berbagai program sosialisasi
  • membentuk tim sukses yang bertugas untuk membuat dan mengimplementasikan program sosialisasi tersebut
  • memastikan punya uang untuk maju ‘berperang.’ Jangan kaget, bila muncul istilah-istilah khusus dari etnis dapil tertentu sebagai ‘kode’ agar caleg memberikan uang kepada ketua-ketua komunitas (“parsahutaon,” “uang cendol,” atau ‘”uang sangu”)
  • menyiapkan mental! Ibarat berjudi, seorang caleg harus siap untuk kehilangan uang dalam jumlah yang tak sedikit. Hasilnya: bisa tragis, atau berbuah manis!

Jenri berharap gereja perlu mempersiapkan warganya untuk menjadi kader-kader terbaik yang siap berperan aktif dan berkarir di dunia politik secara efektif. Contoh di dapilnya. Dari total 160 caleg yang diusung oleh 16 partai, 14 di antaranya adalah caleg beragama Kristen. Ada 10 kursi yang diperebutkan. Salah satu andalan caleg Kristen adalah suara dari pemilih Kristen yang menurut statistik berkisar 270 ribu pemilih. Bisa ditebak: ketatnya persaingan, kurangnya strategi dan pengkaderan, berujung pada: tak satupun dari ke-14 caleg Kristen berhasil tembus ke DPR-RI.

(lanjut ke halaman berikut)