Pesan Gus Dur Mengenai Pekabaran Injil

Dalam suatu percakapan antara Pdt. Eka Darmaputera dengan Gus Dur, sang guru bangsa, kala itu dengan enteng Gus Dur berkata: ”Gampang! Kalau you tidak mau dibatasi – dan saya juga tidak setuju pembatasan-pembatasan itu, maka you harus mampu membatasi diri sendiri; dan ini sebaiknya dilakukan dengan terbuka, sehingga diketahui oleh khalayak luas.”

PI di Tengah Masyarakat Majemuk
Bagi orang Kristen, PI adalah non-negotiable. Namun ada hal kedua, yang bagi orang Kristen Indonesia juga non-negotiable. Apa itu? Realitas Indonesia sebagai masyarakat yang majemuk/beragam. Alm. Pdt Eka Darmaputera menuliskan empat pendapatnya mengenai melakukan PI di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk:

1. Umat Kristen harus memperkaya pemahaman konseptualnya mengenai PI.

Buku “Memberitakan Injil di Tengah Masyarakat Majemuk” (PGI-BPK Gunung Mulia, 2018) bisa menjadi acuan. Buku ini menjelaskan Penginjilan bukanlah Pengkristenan. “Pengkristenan adalah usaha untuk meminta orang lain menjadi bagian dari kami, menerima agama kami, atau bergabung dengan denominasi kami.” Buku ini menolak konsep itu. Tulisnya: “Kami dipanggil untuk membagikan Kabar Baik di dalam penginjilan, tetapi tidak terlibat dalam pengkristenan.”
Buku ini juga merumuskan pengertian PI. Tulisnya: “PI, yang mencakup argumentasi rasional dan persuasif seturut teladan Rasul Paulus, adalah memberitakan Injil dengan jujur dan terbuka, dan membiarkan para pendengarnya sepenuhnya bebas mengambil keputusan sendiri mengenai itu.”

(lanjut ke halaman berikut)