Keajaiban Bukanlah Mimpi

Oleh: Lidia Kuntjahyaningtyas

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Matius7: 7-8)

“Ibu, kita perlu keajaiban untuk mencapai target sebesar itu”, kata Sony panik saat mendengar target  kantor kami tahun ini. Naik empat puluh delapan persen dari  tahun lalu.

“Ayo kita wujudkan keajaiban itu”, ajak saya. “ Setiap sore kita adakan persekutuan doa. Kita mohon Tuhan Yesus memberikan keajaiban itu.”

“Siap, Bu!”, Sony menyambut ajakan saya dengan senyum mengembang.

Keesokan sore,  saya, Widi, Sony, Anita, Yusak dan Pius berkumpul di ruangan saya. Kami berenam adalah pegawai yang beragama Kristen di kantor. Kami mengadakan persekutuan doa selama lima belas menit  menjelang pulang kantor.

Kami  menyanyikan pujian, membaca Alkitab dan mengakhiri dengan doa syafaat.  Seluruh pegawai kantor serta  pihak terkait ikut kami doakan. Kami memohon pertolongan Tuhan untuk memberi kelancaran, menolong  kami saat bekerja dan mencapai target kantor. Kami berdoa supaya usaha para pihak terkait diberkati Tuhan.

“Setiap selesai  persekutuan doa saya merasa disegarkan. Besoknya jadi  lebih semangat bekerja”, aku Yusak saat ditanya pendapatnya tentang persekutuan doa sore kami.

Lain lagi komentar Widi. “Saya tidak sabar menunggu sore hari untuk berdoa bersama.”

Persekutuan doa membuat kami bekerja lebih rajin dan mengeratkan persaudaraan sesama pegawai. Doa kami daraskan dengan tekun sampai 31 Desember 2015.

1 Januari 2016 pimpinan saya mengirimkan SMS,  “Selamat. Kantor yang Ibu Lidia pimpin memperoleh peringkat 1 nasional dengan pencapaian target sebesar 130 persen.”

Saya meneruskan SMS pimpinan kepada teman-teman di kantor.  “Kuasa Tuhan sungguh nyata”, tambah saya.

Bertambah satu lagi pengalaman berjalan bersama Tuhan Yesus.  Meminta pertolongan Tuhan Yesus dalam setiap aspek kehidupan. Dan saya mendapatkan pertolongan itu. Keajaiban bukanlah mimpi.

%d bloggers like this: