Amazing Grace

Newton jatuh cinta kepada perempuan Inggris bernama Mary Catlett. Mereka menikah pada tahun 1750. Dalam suatu pelayaran, kapal Newton diterpa badai laut yang sangat lama dan dahsyat. Amukan gelombang samudera tidak hanya menghantam kapalnya, namun juga mengoyakkan hatinya. Tiba-tiba Newton teringat kepada Tuhan yang selama ini dia hujat. Di tengah ketakutan, Newton berteriak minta pertolongan kepada Tuhan. Tanggal 10 Maret 1748 kemudian dikenang sebagai hari lahir kehidupan spiritual Newton.

Sayangnya, Newton belum sepenuhnya bertobat. Ia masih melaut dan terus menjual budak. Barulah pada tahun 1754, Newton menyadari dirinya sebagai seorang Kristen yang sedang Tuhan perbaharui dan mulai memusatkan perhatiannya kepada Kristus. Dia kembali mendalami kekristenan dengan serius dan ditetapkan sebagai pelayan Church of England pada 16 Desember 1758. Newton yang dulu menghujat Tuhan serta bertindak kejam atas orang lain (khususnya para budak berkulit hitam) kini menyesal, bertobat, dan menyerahkan dirinya untuk memberitakan Injil dan melayani sesama.

Newton merefleksikan dirinya sebagai orang yang terhilang dan ditemukan kembali oleh Tuhan; orang celaka yang memperoleh anugerah keselamatan. Pengalaman itu dia rangkum dalam beberapa bait syair yang berjudul Amazing Grace (Ajaib Benar Anugerah, KJ 40).

Newton tetap tekun menjalankan panggilan sebagai pelayan Tuhan sampai menutup mata pada tanggal 21 Desember 1807, dalam usia 82 tahun.