Menulis Itu Mudah – Potongan cerita dari lokakarya jurnalistik 2018

Menulis Itu Mudah | Oleh: Yasmein Wijaya dan Nitya Laksmiwati |

Awal tahun 2018, Tim INFOKOM GKI Kebayoran Baru (GKI KB) menyelenggarakan Lokakarya Jurnalistik dengan tema “Mengubah Kata Menjadi Cerita.” Kegiatan ini merupakan wadah bagi jemaat dan simpatisan GKIKB yang rindu berbagi dan bersaksi melalui tulisan. Selain bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan menulis, 16 partisipan lokakarya (jemaat dan simpatisan) diajak untuk menambang gagasan dan langsung praktik menulis di setiap pertemuan.  

Lokakarya diselenggarakan setiap hari Sabtu mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.00, selama 9 kali berturut-turut, dari tanggal 13 Januari – 10 Maret 2018. Materi yang diberikan dalam lokakarya tersebut dibagi dalam tiga tigkatan yang sifatnya progresif; mulai dari Kelas Dasar, Kelas Madya, hingga Kelas Terampil.

Di Kelas Dasar, peserta diajak untuk mengenali hasrat dan hambatan dalam menulis, serta bagaimana memulai proses menulis dari pengamatan, mengumpulkan informasi, hingga mengolah ide supaya menghasilkan draft penulisan yang siap disajikan bagi pembaca. Sedangkan di Kelas Madya, fasilitator mengarahkan peserta untuk Menulis Berita, menggunakan teknik Wawancara dan Reportase. Peserta ‘diterjunkan langsung’ mengikuti Field Trip di Kota Tua, Jakarta untuk observasi, menentukan fokus berita, melakukan wawancara ke nara sumber, menghasilkan tulisan, sampai belajar penyuntingan naskah! Selain diberi kesempatan untuk berlatih mengembangkan materi tulisan, fasilitator juga melatih keberanian peserta untuk membacakan hasil tulisannya di depan kelas. Kelas Terampil merupakan kelas pamungkas untuk mengenal seluk-beluk Features hingga mampu menulis dalam bentuk Features.

Para peserta sangat antusiasmengikuti kelas menulis kreatif ini. Metode penyampaian lokakarya dalam bentuk ceramah, praktik langsung membuat judul, lead paragraph, hingga bisa menulis artikel, baik yang sifatnya Hard News (Berita) dan Soft News (Features/Artikel Khas). Setiap peserta bersemangat untuk menjadi penulis yang lebih baik. Fasilitator dan Tim Penyelenggara pun tak henti-hentinya memotivasi para peserta untuk terus menulis. Tidak hanya menyediakan sertifikat bagi setiap peserta yang tekun dan setia mengikuti lokakarya ini dari awal hingga akhir, mereka juga memberikan kejutan-kejutan kecil dan hadiah setiap minggunya, bagi para peserta yang berprestasi.

Kehadiran lokakarya menulis kreatif ini, tentunya menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi setiap umat di GKI KB yang ingin melayani melalui hasil tulisannya. Selaras dengan visi GKI KB untuk “Menjadi Gereja yang Berkarya Bagi Seluruh Umat”, para penulis diharapkan mempunyai “suara” dalam tulisannya. “Suara” itu tentunya “suara Tuhan saja, sehingga hasil karya tulisannya tidak saja bisa “dibaca” oleh umat, tetapi juga bisa “didengar” umat, menjadi bagian dalam perjalanan kehidupan rohaninya yang menjadi berkat bagi sesamanya.

Selamat menulis dan Selamat menjadi berkat!

Ke mana Tulisanku Pergi?

Sejak awal pelatihan, para peserta lokakarya “Mengubah Kata Menjadi Cerita” telah diperkenalkan dengan majalah “Sahabat.” Majalah ini diterbitkan oleh Majelis Jemaat GKI KB yang memiliki tujuan untuk menjadi majalah gereja dengan karakter: “Akrab dan Setara, Dapat Diandalkan, Jujur dan Berhikmat, Mau Berjalan bersama Mencari Kebenaran.” Usai mengikuti lokakarya ini, seluruh peserta diarahkan untuk menjadi kontributor aktif “SAHABAT” melalui karya tulis yang mendidik, mencerahkan dan memberikan hikmat bagi setiap pembaca majalah tersebut. Tak hanya bagi para peserta lokakarya, pembaca pun diundang untuk menulis.

Banyak pilihan rubrik yang tersedia di majalah “SAHABAT.” Sahabatians dapat mengirimkan karya tulisannya ke sahabat.gkikb@gmail.com  Cantumkan Judul Naskah pada e-mail, nama lengkap dan nama panggilan, serta nomor telepon yang dapat dihubungi.

Tim Redaksi akan membaca ulang naskah (proofreading) yang dikirimkan. Tahapan ini untuk memastikan agar tidak terdapat penulisan yang salah ketik, tidak konsisten menggunakan istilah tertentu, atau memperbaiki susunan kalimat sesuai EYD (termasuk pemberian Judul), penggunaan kalimat yang baku dan efektif, memastikan adanya koherensi dan kohesi antarparagraf. Intinya, dalam tahap proofreading ini bertujuan untuk memastikan tulisan Anda mudah dibaca dan enak dicerna.

Tahap selanjutnya adalah proses tata letak atau lay outing. Naskah disusun sesuai rubrik dan alokasi halamannya. Agar memikat, setiap naskah diberi visualisasi berupa gambar, foto, ilustrasi, atau karikatur. Disain grafis, latar belakang warna, ukuran dan jenis huruf yang dipilih, menjadi pertimbangan Tim Redaksi. Tujuannya: apa yang disajikan tidak membuat mata lelah membaca. Setelah semua beres, dibawa ke percetakan dan sampailah majalah “SAHABAT” di tangan jemaat dan simpatisan GKI Kebayoran Baru.

%d bloggers like this: