Gua Mona, Kepulauan Karibia: Awal Perjalanan Kristen di Jalur Atlantik

Oleh: Andre J. Arbianto
previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Pulau Mona (Isla de la Mona) adalah pulau terbesar di kepulauan Puerto Rico setelah pulau Puerto Rico dan Vieques. Ketiganya terletak di selat Mona Passage yang memisahkan Republik Dominika dan Puerto Rico. Nama ‘Mona’ berasal dari kata ‘Amona’, dalam bahasa suku Indian Taíno berarti ‘Ada di tengah’.

Pada tahun 2013, tim arkeolog dari Universitas Leicester bersama British Museum yang melakukan penelitian di pulau Mona menemukan ada lebih dari 200 gua. Dari sekitar 70 gua yang dijelajahi, Gua 18 yang paling menarik perhatian. Tim mendapati ada 250 tanda kuno yang dibuat suku Indian pada dinding dan langit-langit gua yang panjangnya hanya setengah mil itu. Mereka terkejut saat melihat beberapa tanda itu ternyata juga mengungkapkan bagaimana awalnya bangsa Eropa memberitakan Injil kepada penduduk setempat.

Di abad ke-16 bangsa Eropa memang diketahui berlayar dan menemukan Dunia Baru, namun belum ada catatan sejarah yang memastikan penyebaran agama Kristen di kepulauan Karibia sampai ditemukannya bukti arkeologi di gua pulau Mona. Penemuan yang terletak di jalur Atlantik ini pernah dicatat Christopher Columbus dalam perjalanannya kedua di tahun 1494. Serangkaian tahun dan beberapa nama tertulis pada dinding gua; antara lain: ‘Myguel Rypoll 1550’, ‘Alonso Pérez Roldan el Mozo 1550 August’, dan ‘Alonso de Contreras 1554’. Ada juga ‘Bernardo’ menulis namanya di bawah kalimat ‘Verbum caro hic factum est(Here the Word became flesh), kutipan dari Injil Yohanes 1:14 diterjemahkan: ”Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Dua kalimat dalam bahasa Latin lainnya adalah ‘Dios te perdone’ (Tuhan mengampunimu) dan ‘Plura fecit deus’ (Tuhan menciptakan segalanya). Ada juga tanggal lain dari pendatang tanpa nama, yaitu ‘Februari 1554’.

Di ruang lain dalam Gua 18 terdapat ukiran tiga salib yang menggambarkan salib Golgota. Ada tulisan ‘Yesus’ dalam bahasa Latin di bawah gambar salib tengah. Simbol itupun dibuat oleh para pendatang Eropa yang terlibat perbincangan relijius dengan suku Indian. Menurut laporan dalam jurnal Antiquity, tanda-tanda yang dibuat orang Eropa ini letaknya sedikit lebih tinggi dan saling berdekatan dengan gambar penduduk asli. Para peneliti menemukan gambar salib itu dibuat dalam urutan berikut: Garis vertikal dari atas ke bawah, kemudian garis horisontal dari kiri ke kanan; sama seperti pemberian berkat dalam ajaran Katolik.

“Kami menduga penduduk asli sangat terkesan akan kemantapan iman Kristen yang diajarkan para pendatang dari Eropa ini,” ujar Alice Samson, peneliti dari Universitas Leicester yang memimpin tim penelitian bersama kurator kebudayaan Amerika, Jago Cooper dari British Museum. ”Kami mengetahui bahwa ada banyak penganiayaan pada kepercayaan suku asli Indian di Meksiko dan Peru sebelumnya, namun apa yang kami temukan dalam gua Karibia ini sangat berbeda. Mereka bukan misionaris yang datang membawa salib menyala, tapi mereka adalah orang-orang dengan pandangan rohaniah baru. Ada banyak respon individual tercatat di dalam gua. Catatan tersebut tak hanya memberi tambahan dalam sejarah penyebaran Kristen, namun juga membawa kita ke awal penerimaan ajaran baru yang mengubah identitas kebudayaan suku-suku asli Amerika.”

Sebuah makalah yang diterbitkan oleh Journal of Archaeological Science menjelaskan ada jaringan seni gua menakjubkan yang melukiskan manusia dan hewan dengan desain rumit. Sebagian gambar dilukis dengan cat, sementara bagian lain tampak diukir dengan kuku tangan pada dinding gua yang lunak. Teknik ini sama seperti yang ditemukan pada seni bebatuan masa Paleolitikum di Eropa Selatan. Riset ini telah membuka perspektif baru akan perjumpaan yang sangat personal. “Sebagian besar karya dilakukan dalam puncak aktivitas penduduk asli, sekitar tahun 1200, sampai masa kedatangan bangsa Eropa setelah tahun 1492,” ujar Jago Cooper. “Ini situs unik yang membantu kami memahami identitas budaya di Amerika, mulai dari permulaan proses sampai pada era modern saat ini.”

Sumber:

  • Cooper, J. & Sheets, P; Surviving Sudden Environmental Change: Answers from Archaeology; University of Colorado Press, Boulder; 2012
  • www.gospelherald.com/articles/65468/20160721/16th-century-christian-symbols-discovered-in-caribbean-cave-shed-new-light-on-early-evangelism
  • www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-3696092/God-forgive-500-year-old-cave-paintings-reveal-Europeans-Caribbean-tried-convert-natives-Christianity
  • www.theguardian.com/science/2016/jul/19/evidence-religious-dialogue-europeans-native-americans-caribbean-cave-mona
  • www.foxnews.com/science/2017/10/30/mysterious-rock-art-uncovered-in-caves-on-uninhabited-caribbean-island
%d bloggers like this: