Tertarik Kepada Tuhan Yang Tidak Menarik

Oleh: Pnt. Daniel Bani Winni Emma

Judul             : Tertarik Kepada Tuhan Yang Tidak Menarik (Memaknai Teologi Inkarnasi Dalam Hidup Sehari-hari)
Penulis         : Yahya Wijaya
Penerbit       : Grafika KreasIndo
Tebal Buku  : vi + 137 halaman
Tahun Terbit: 2017

Tahukah saudara bahwa kini peristiwa dan gerakan reformasi gereja telah berlangsung selama 500 tahun? Dalam suasana penghayatan 500 tahun reformasi gereja yang jatuh pada tanggal 31 Oktober 2017, alangkah baiknya kita mengingat semboyan khas gereja reformasi: “Ecclesia reformata semper reformanda secundum verbum Dei”. Semboyan itu hendak menyerukan bahwa gereja harus senantiasa mereformasi diri sesuai dengan firman Tuhan.

Buku Tertarik Kepada Tuhan Yang Tidak Menarik bisa dibaca dalam semangat reformasi ini. Tersebar dalam buku ini ajakan pada orang Kristen untuk mereformasi pola pikirnya tentang berbagai macam hal: tentang Tuhan, gereja, ibadah, moralitas dan hidup beriman sehari-hari. Yahya Wijaya punya kemampuan untuk mendaratkan kritik tajam terhadap praktik kehidupan orang Kristen tanpa membuat pembacanya sakit hati. Sebaliknya, pembaca justru diajak untuk berefleksi dan memeriksa diri. Tak jarang ketika membaca bab-bab singkat dalam buku ini, pembaca akan nyengir-nyegir sendiri dan berkata: Oh, iya ya!

Judul buku yang dipilih sudah mengundang tanya dalam benak pembaca. Apa maksudnya “Tertarik kepada Tuhan yang Tidak Menarik?” Yahya Wijaya menguraikan bagaimana Allah menyatakan diri-Nya pada umat. Itulah inti teologi inkarnasi. Topik yang seakan-akan berada di awang-awang ini, dituliskan dengan gaya bahasa yang renyah sehingga pembaca dengan mudah menemukan pesan tanpa mengabaikan kedalaman tulisan itu sendiri.

Pendeta GKI sekaligus dosen tetap di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta ini mendasarkan pemahamannya sesuai dengan firman Tuhan. Teks-teks Alkitab ia paparkan dengan perspektif baru. Kisah Alkitab yang sudah sering kita baca, menjadi segar dan menggugah. Apalagi diselingi dengan humor-humor segar yang ia sisipkan dalam setiap tulisannya. Pembaca yang punya kerinduan untuk terus bertumbuh dan berkembang di dalam Tuhan, tentu akan menemukan bahwa buku ini mampu memberi warna dalam kehidupan berimannya.

(Dimuat di Majalah Sahabat Vol.3 November 2017)

%d bloggers like this: