So I Send You

Amanat Kristus untuk Kristen

Oleh: Yancen Piris
Penyelaras Akhir: Nitya Laksmiwati

So send I you–by grace made strong to triumph
O`er hosts of hell, o`er darkness, death and sin,
My name to bear and in that name to conquer
So send I you, My victory to win…

Pertama mendengar lagu ini, jelas bulu kuduk saya merinding. Seolah saya mendengar langsung suara Tuhan Yesus mengutus saya dan kawan-kawan untuk melakukan perjalanan misi ke luar daerah. Saya merasa terus diteguhkan dalam menjalani hidup ini.

Lagu ‘So Send I You’ merupakan ungkapan kisah nyata Margaret Clarkson, seorang misionaris berkebangsaan Kanada. Dilahirkan di Melville, Saskatchewan, Kanada, 8 Juni 1915, Edith demikian nama depan Margaret, divonis menderita Juvenile Arthritis, sejenis penyakit autoimun yang menyerang anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Ia harus membiasakan dirinya menderita migrain, sering muntah dan kejang. Di tengah penderitaannya, iman Margie kepada Yesus justru bertumbuh subur.

Karya pertama Margie adalah sebuah puisi yang ditulisnya saat berusia 10 tahun. Selanjutnya, banyak karyanya diterbitkan di majalah paroki dan lembaran Sekolah Minggu. Margie pun mulai belajar bermain piano.

Di kala imannya bertumbuh, Margie harus menghadapi perceraian kedua orangtuanya saat usianya menginjak 13 tahun. Ada saat-saat tertentu, Margie merasakan masa isolasi spiritual, terjebak dalam kesendirian dan penderitaan. Namun, Margie percaya ada Tuhan Yesus yang selalu menemaninya, hingga lahirlah lagu So Send I You (versi awal ditulis tahun 1935).

Coba kita baca dan hayati versi awal dari NKB 210: “Ku Utus Kau”

I do not know tomorrow’s way
If dark or bright its hours may be
But I know Christ, and come what may
I know that He abides with me
I do not know what may be
Fall of grief or gladness, peace or pain
But I know Christ, and through it all
I know His presence will sustain.

Versi lagu So Send I You yang sering dilantunkan, diciptakan Margie pada tahun 1950. Versi awal menitikberatkan sisi penderitaan dan kesepian seorang misionaris. Di usianya yang telah dewasa, Margie merasakan pemeliharaan Tuhan selama bertahun-tahun dan kedaulatan Tuhan dalam hidupnya sejak kecil. Margie pun menulis ulang lagu So Send I You.

Begitulah kisah lahirnya lagu So Send I You versi kedua yang dikenal sampai sekarang dengan berbagai terjemahan. Kiranya makin membuat kita teguh dalam menjalani realita kehidupan saat ini dengan tetap terus menjalani amanat Kristus buat Kristen (baca: kita sebagai pengikut Kristus).

Disarikan dari berbagai sumber

(Dimuat di Majalah Sahabat Vol.2 Mei 2017)

%d bloggers like this: