Karya Keselamatan

Oleh: Pendeta J.H. Wirakotan

Keselamatan adalah dambaan setiap orang. Tanpa keselamatan, hidup menjadi tak nyaman terasa jauh dari sukacita, dan damai sejahtera .

Rasul Paulus berkata: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”(Filipi 2:12–13)

Lanjut Rasul Paulus: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8–9)

Apakah kedua pernyataan tersebut bertentangan? Ataukah justru saling melengkapi agar keselamatan itu menjadi nyata?

Dalam surat Efesus, Paulus mengatakan bahwa keselamatan tidak bisa diusahakan sendiri oleh manusia yang berdosa dan lemah. Dosa membuat kita menjadi tak berdaya, goyah, bahkan celaka. Oleh karena itu, dibutuhkan kasih karunia Allah yang berkehendak menolong dan membebaskan kita dari himpitan dosa. Kasih karunia dapat kita rasakan kehadirannya melalui kedatangan Yesus Kristus, Mesias – Sang Pembebas.

Ya, Allah telah membukakan sebuah jalan baru. Jalan yang memampukan, menguatkan, dan meneguhkan manusia kembali. Manusia diberi kesempatan untuk berusaha atau bekerja dengan benar di dalam karya keselamatan bersama Kristus.

Keselamatan memang bukan usaha kita, melainkan karya kasih Tuhan Yesus semata, yang telah mati dan bangkit bagi seluruh manusia di dunia. Ini bukanlah hasil usaha dan pekerjaan kita.

Dibutuhkan iman untuk meyakini bahwa jalan baru yang Yesus tawarkan adalah benar. Iman itu juga yang akan menolong kita untuk taat dan setia pada jalan-Nya. Dengan demikian, ada kasih karunia Allah yang menyelamatkan, ada iman kita akan karunia Allah itu, dan perlu ada kerja atau usaha sungguh-sungguh dari kita untuk berjalan pada jalan benar

Ada macam-macam keselamatan yang kita butuhkan, misalnya selamat dari sakit-penyakit, selamat dari kecelakaan, selamat dari bencana alam, selamat dari peperangan, selamat dari kejahatan, selamat dari kuasa gelap, dan selamat dari kematian. Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya telah menunjukkan teladan bahwa Dia bisa mengusahakan semuanya. Maka, kita juga dihimbau untuk mau terlibat mengerjakan karya-karya pembebasan yang Allah kehendaki. Sesungguhnya, dalam pekerjaan baik yang kita lakukan, Allah sendiri yang sedang bertindak menyatakan keselamatan bagi dunia (Filipi 2:13).

Saat ini, ketika menghidupkan karya keselamatan Kristus bagi dunia, kita perlu juga bekerjasama dengan orang lain. Contohnya, dalam mengerjakan keselamatan yang berkaitan dengan sakit-penyakit, kita perlu bekerjasama dengan para dokter; dalam mengerjakan keselamatan yang berkaitan dengan tindakan kejahatan, kita perlu bekerjasama dengan polisi.

Melalui tulisan kepada jemaat Efesus dan Filipi ini, kita disadarkan supaya tidak pasif dalam menerima anugerah keselamatan Allah. Kita tidak hanya sekedar berdoa untuk meminta Tuhan Yesus yang mengerjakan semuanya bagi kita. Kita pun harus aktif mengerjakan atau mengusahakan keselamatan kita, dengan percaya bahwa Tuhan memberkati usaha baik kita itu.

Jadi, semestinya, doa kita bukan menyerahkan tanggung jawab kita untuk dikerjakan oleh Tuhan sepenuhnya, melainkan untuk meminta campur tangan dan berkat Tuhan di setiap tindakan keselamatan yang sedang kita kerjakan.


(Dimuat di Majalah Sahabat Vol.3 November 2017)

%d bloggers like this: