Berperan Nyata dalam Karya Tuhan

MISSION TRIPS 2017 | Oleh: J. S. Didit Tumakaka |

“Tuhan mengasihi kita. Tuhan mempercayai kita. Tuhan mau kita ikut serta dan  mengalami karya Tuhan.  Bersama Tuhan dan orang-orang yang kita layani melakukan sebuah karya yang luar biasa.” (Pdt. Titus Gunawan H.)

Sesuai visi GKI Kebayoran Baru, yaitu berkarya bagi seluruh umat manusia, kesaksian dan pelayanan dilakukan sebagai upaya menjangkau keluar bagi umat manusia lain di mana pun berada. Dalam melakukan kesaksian dan pelayanan, GKI Kebayoran Baru  melaksanakan perjalanan misi atau mission trips  dengan memberi tekanan pada tujuan agar sebagai bagian tubuh Kristus dapat saling menguatkan, memampukan dan memberdayakan agar kabar baik tersampaikan  bagi semua orang di daerah yang dikunjungi itu.

Selain itu, melalui kehadiran GKI KB di berbagai daerah tersebut diharapkan akan terjadi sebuah proses   perjumpaan diantara orang beriman. Di mana melalui perjumpaan ini terbangun kepercayaan diri bahwa kita tidak sendiri  dalam melaksanakan tugas kesaksian dan pelayanan. Siapapun kita, di manapun kita berada sebagai umat percaya kita mengemban tugas yang sama, menyampaikan kabar baik kepada semua orang.

Tahun 2017, Mission Trips tahap pertama telah dilaksanakan pada 27– 31 Juli 2017. Kegiatan tindak-lanjut berlangsung pada bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018. Salah satu daerah yang dikunjungi sebagai bagian Mission Trips (MT) 1 adalah daerah Lewa  Sumba Timur,  daerah Loura, dan Kodi di Sumba Barat Daya, Pulau Sumba,  Nusa Tenggara Timur di Lewa, kerjasama dilakukan dengan Sekolah Tinggi Teologia, Gereja Kristen Sumba. Sedangkan di Sumba Barat Daya kunjungan dilakukan ke Ranting Lolo Ole – GKS Karuni di Loura, dan ke GKS Kerenapu, Kodi.

STT GKS Lewa menjadi pusat persiapan sumber daya pelayan jemaat GKS, dan menjadi pusat kegiatan berbasis pemberdayaan dan pengembangan kapasitas, khususnya bagi mahasiswa Teologia, Vikar, guru Injil, dan Pendeta. Cakupan bidang meliputi: Pengembangan Liturgi Kontekstual, Pelatihan Dasar Konseling dan Mengatasi Masalah-masalah Perdaganagan Manusia atau  Human Trafficking, serta Pelatihan Peternakan Babi untuk pengembangan perekonomian jemaat.

Kegiatan di jemaat ranting Lolo Ole – GKS Keruni dan Kerenapu Kodi, secara umum menyangkut pengembangan kapasitas pelayanan Majelis Jemaat/Pemuda dan Guru Sekolah Minggu (GSM).  Pembangunan Pondok Baca akan dikembangkan sebagai Pondok Literasi dan bantuan pembangunan gedung gereja di Lolo Ole.

Sebagai kegiatan yang berbasiskan pada keterlibatan jemaat secara terpadu, sesuai kompetensi serta minat, maka MT 2017 dibuka untuk jemaat dan simpatisan GKI KB yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Peminat program MT cukup banyak, terbukti dari tingginya antusiasme 100 pendaftar (jemaat/simpatisan).  Mengingat daya tampung di tiap daerah yang dikunjungi sangat terbatas, maka keikutsertaan tidak selalu dalam bentuk kehadiran di daerah tersebut. Bentuk keterlibatan dapat diwujudkan dalam doa bersama dan mendukung daya, serta dana bagi MT. Antusiasme juga tercermin dari 1.096 Alkitab yang berhasil dikumpulkan dalam dua hari. Kesediaan menanggung biaya perjalanan 39 peserta secara mandiri dari total 53 peserta. Total dana dari jemaat sebesar Rp 371.653.500,00, dan bentuk partisipasi, serta dukungan lainnya.

MT 2017 merupakan titik tolak dari cara baru untuk melaksanakan tugas kesaksian dan pelayanan setiap umat percaya. Kehadiran GKI Kebayoran Baru di daerah yang dikunjungi merupakan wujud nyata untuk saling menguatkan dan meneguhkan dengan sesama umat di mana pun mereka berada. Merasakan bagaimana saudara seiman mempertahankan imannya dalam kesederhanaan, maka kita melihat bagaimana Tuhan bekerja begitu dahsyat dan lebih besar dari yang kita dapat pikirkan!

(Dimuat di Majalah Sahabat Vol.3 November 2017)

%d bloggers like this: